Sunday, August 26, 2012

Musik Nusantara


MEDIA AJAR ARTIKEL SENI MUSIK

A. Pengertian Musik Nusantara

Musik Nusantara adalah seluruh musik yang berkembang di Nusantara ini, yang menunjukkan atau menonjolkan ciri keindonesiaan, baik dalam bahasa maupun gaya melodinya. Musik Nusantara terdiri dari musik tradisi daerah, musik keroncong, musik dangdut, musik langgam, musik gambus, musik perjuangan, dan musik pop.
B. Sejarah Musik Nusantara

Terdapat tahapan- tahapan perkembangan musik Indonesia (nusantara). tahapan tersebut adalah sebagai berikut.

Masa sebelum masuknya pengaruh Hindu- Buddha

Pada masa ini, musik dipakai sebagai bagian dari kegiatan ritual masyarakat. Dalam beberapa kelompok, bunyi- bunyian yang dihasilkan oleh anggota badan atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Instrumen atau alat musik yang digunakan umumnya berasal dari alam sekitarnya.

Masa setelah masuknya pengaruh Hindu- Buddha

Pada masa ini, berkembanglah musik- musik istana (khususnya di Jawa). saat itu, musik tidak hanya dipakai sebagai bagian ritual saja, tetapi juga dalam kegiatan- kegiatan keistanaan (sebagai sarana hiburan para tamu raja). Musik istana yang berkembang adalah musik gamelan. Musik gamelan terdiri dari 5 kelompok, yaitu kelompok balungan, kelompok blimbingan, kelompok pencon, kelompok kendang,dan kelompok pelengkap.

Masa setelah masuknya pengaruh Islam

Selain berdagang dan menyebarkan agama islam, para pedagang arab juga memperkenalkan musik mereka. Alat musik mereka berupa gambus & rebana. dari proses itulah muncul orkes- orkes gambus di nusantara (Indonesia) hingga saat ini.
Masa Kolonialisme

Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan musik Indonesia. Para pendatang ini memperkenalkan berbagai alat musik dari negeri mereka, misalnya biola, selo (cello), gitar, seruling (flute), dan ukulele. Mereka pun membawa sistem solmisasi dalam berbagai karya lagu. Itulah masa- masa perkembangan musik modern Indonesia. Saat itu,para musisi Indonesia menciptakan sajian musik yang merupakan perpaduan musik barat dan musik Indonesia . Sajian musik itu dikenal sebagai musik keroncong.

Masa Kini

Seiring dengan masuknya media elektronik ke Indonesia,masukpula berbagai jenis musik barat, seperti pop, jazz, blues, rock, dan R&B. demikian pula dengan musik- musik negeri India yang banyak dibawa melalui film- filmnya. Dari perkembangan ini, terjadi perpaduan antara musik asing dengan musik Indonesia. Musik India mengalami perpaduan dengan musik melayu sehingga menghasilkan jenis musik dangdut. Maka, muncul pula berbagai musisi Indonesia yang beraliran pop, jazz, blues, rock, dan R&B. Berkembang pula jenis musik yang memadukan unsur kedaerahan Indonesia dengan unsur musik barat, terutama alat- alat musiknya. Jenis musik ini sering disebut musik etnis.

C. Fungsi Musik Nusantara

Secara umum, fungsi musik bagi masyarakat Indonesia antara lain sebagai sarana atau media upacara ritual, media hiburan, media ekspresi diri, media komunikasi, pengiring tari, dan sarana ekonomi.

Sarana upacara budaya (ritual)

Musik di Indonesia, biasanya berkaitan erat dengan upacara- upacara kematian, perkawinan, kelahiran, serta upacara keagamaan dan kenegaraan. Di beberapa daerah, bunyi yang dihasilkan oleh instrumen atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis. Oleh karena itu, instrumen seperti itu dipakai sebagai sarana kegiatan adat masyarakat.

Sarana Hiburan.....
Dalam hal ini, musik merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas harian, serta sebagai sarana rekreasi dan ajang pertemuan dengan warga lainnya. Umumnya masyarakat Indonesia sangat antusias dalam menonton pagelaran musik. Jika ada perunjukan musik di daerah mereka, mereka akan berbondong- bondongmendatangi tempat pertunjukan untuk menonton.

Sarana Ekspresi Diri

Bagi para seniman (baik pencipta lagu maupun pemain musik), musik adalah media untuk mengekspresikan diri mereka. Melalui musik, mereka mengaktualisasikan potensi dirinya. Melalui musik pula, mereka mengungkapkan perasaan, pikiran, gagasan, dan cita- cita tentang diri, masyarakat, Tuhan, dan dunia.

Sarana Komunikasi

Di beberapa tempat di Indonesia, bunyi- bunyi tertentu yang memiliki arti tertentu bagi anggota kelompok masyarakatnya. Umumnya, bunyi- bunyian itu memiliki pola ritme tertentu, dan menjadi tanda bagi anggota masyarakatnya atas suatu peristiwa atau kegiatan. Alat yang umum digunakan dalam masyarakat Indonesia adalah kentongan, bedug di masjid, dan lonceng di gereja.

Pengiring Tarian

Di berbagai daerah di Indonesia, bunyi- bunyian atau musik diciptakan oleh masyarakat untuk mengiringi tarian- tarian daerah. Oleh sebab itu, kebanyakan tarian daerah di Indonesia hanya bisa diiringi olehmusik daerahnya sendiri. Selain musik daerah, musik- musik pop dan dangdut juga dipakai untuk mengiringi tarian- tarian modern, seperti dansa, poco- poco, dan sebagainya.


Sarana Ekonomi

Bagi para musisi dan artis professional, musik tidak hanya sekadar berfungsi sebagai media ekspresi dan aktualisasi diri. Musik juga merupakan sumber penghasilan. Mereka merekam hasil karya mereka dalam bentuk pita kaset dan cakram padat (Compact Disk/CD) serta menjualnya ke pasaran. Dari hasil penjualannya ini mereka mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain dalam media kaset dan CD. Para musisi juga melakukan pertunjukan yang dipungut biaya. Pertunjukan tidak hanya dilakukan di suatu tempat, tetapi juga bisa dilakukan di daerah- daerah lain di Indonesia ataupun di luar Indonesia.

Sebagai media pendidikan
Dalam proses belajar, musik sangat berperan dalam pembentukan berfikir kreatif, sebagai media pendidikan lagu-lagu dan musik nusantara harus dapat menanamkan jiwa dan budi pekerti yang luhur, misalnya : keagungan Tuhan, cinta orang tua, cinta tanah air dan perilaku yang baik lainnya.

Sebagai media Apresiasi
Musik seni adalah musik yang dinikmati semata-mata karena unsur keindahannya. Musik yang digunakan sebagai media apresiasi di wilayah nusantara sebagian besar masih berkisar pada lagu-lagu seriosa. Dikarenakan masih kurangnya apresiasi masyarakat Indonesia terhadap musik seni

D. Ragam Musik Nusantara

Ragam musik di Indonesia dapat dibedakan atas musik tradisi, musik keroncong, musik dangdut, musik perjuangan, dan musik pop.

Musik Daerah/Tradisional

Musik daerah atau musik tradisional adalah musik yang lahir dan berkembang di daerah- daerah di seluruh Indonesia. Ciri khas pada jenis musik ini teletak pada isi lagu dan instrumen (alat musiknya). Musik tradisi memiliki karakteristik khas, yakni syair dan melodinya menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat. Indonesia adalah sebuah negara yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang dari Papua hingga Aceh. Dari sekian banyaknya pulau beserta dengan masyarakatnya tersebut lahir, tumbuh dan berkembang. Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya.

Hampir diseluruh wilayah Indonesia mempunyai seni musik tradisional yang khas. Keunikan tersebut bisa dilihat dari teknik permainannya, penyajiannya maupun bentuk/organologi instrumen musiknya. Hampir seluruh seni tradisional Indonesia mempunyai semangat kolektivitas yang tinggi sehingga dapat dikenali karakter khas orang/masyarakat Indonesia, yaitu ramah dan sopan. Namun berhubung dengan perjalanan waktu dan semakin ditinggalkanya spirit dari seni tradisi tersebut, karekter kita semakin berubah dari sifat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan menjadi individual/egoistis. begitu banyaknya seni tradisi yang dimiliki bangsa Indonesia, maka untuk lebih mudah mengenalinya dapat di golongkan menjadi beberapa kelompok yaitu alat musik/instrumen perkusi, petik dan gesek.
Musik Keroncong

Secara umum, musik keroncong memiliki harmoni musik dan improvisasi yang sangat terbatas. Umumnya lagu- lagunya memiliki bentuk dan susunan yang sama. Syair- syairnya terdiri atas beberapa kalimat (umumnya 7 kalimat) yang diselingi dengan permainan alat musik.

Musik Dangdut

Musik dangdut merupakan hasil perpaduan antara musik India dengan musik Melayu, musik ini kemudian berkembang dan menampilkan cirinya yang khas dan berbeda dengan musik akarnya. Ciri khas musik ini terletak pada pukulan alat musik tabla (sejenis alat musik perkusi yang menghasilkan bunyi ndut). Selain itu, iramanya ringan, sehingga mendorong penyanyi dan pendengarnya untuk mengerakkan anggota badannya. Lagunya pun mudah dicerna, sehingga tidak susah untuk diterima masyarakat.

Musik Perjuangan

Musik ini lahir dari kondisi masyarakat Indonesia yang sedang terjajah oleh bangsa asing. Dengan menggunakan musik, para pejuang berusaha mengobarkan semangat persatuan untuk bangkit melawan penjajah. Syair- syair yang diciptakan pada masa itu, umumnya berisi ajakan untuk berjuang, ajakan untui berkorban demi tanah air, dan sebagainya. Irama musiknya pun dibuat cepat dan semangat, serta diakhiri dengan semarak.

Musik Populer (pop)

Musik ini memiliki ciri, antara lain penggunaan ritme yang terasa bebas dengan mengutamakan permainan drum dan gitar bas. Komposisi melodinyajuga mudah dicerna. Biasanya, para musisinya juga menambahkan variasi gaya yang beraneka ragam untuk menambah daya tarik dan penghayatan pendengar atau penontonnya. Musik pop dibedakan menjadi musik pop anak- anak dan musik pop dewasa.

CIRI-CIRI RAGAM MUSIK NUSANTARA
1. Musik Daerah
Musik daerah biasanya dinyanyikan pada saat upacara adat. Ciri-ciri musik daerah adalah :
a. Bahasa dan gaya sesuai dengan gaya daerah setempat.
b. Mengandung unsur kerakyatan dan kebersamaan
c. Bentuk dan pola serta susunan melodi masih sederhana dan mudah dikuasai oleh masyarakat daerah setempat.
d. Contoh lagu daerah : Cublak-cublak suweng, Gubdul-gundul Pacul, Bubuy Bulan, Kicir-kicir, Buka Pintu, Goro-gorone, O Ni Keke, Si Patokaan, Butet.dan lain-lain.

2. Musik Perjuangan
Ciri-ciri musik perjuangan adalah :
a. Pada umumnya diciptakan pada masa perjuangan.
b. Isi syair lagu berisikan tentang semangat juang dalam membela kemerdekaan
c. Biasanya menggunakan irama yang penuh semangat, dan tidak jarang pada akhir lagu ditutup dengan semarak (masqulin ending)
d. Contoh musik perjuangan : Halo-halo Bandung, Maju Tak Gentar, Hari Merdeka, Bagimu Negeri, Bandung Lautan Api dan lain-lain.

3. Musik Anak-anak
Ciri ciri musik anak-anak adalah :
a. Memiliki bentuk yang sederhana
b. Tema lagu disesuaikan dengan jiwa anak yang masih polos
c. Bahasa yang digunakan sederhana sehingga mudah dipahami anak-anak
d. Lompatan nada tidak terlalu jauh
e. Isi lagu bersifat mendidik kearah positif, misalnya: cinta orang tua, mengagungkan nama Tuhan, cinta tanah air, lingkungan dan sebagainya.
f. Contoh musik anak-anak: Balonku Ada Lima, Pok Ame-Ame, Kasih Ibu, Pelangi, dan lain-lain.

4. Musik Populer
Ciri-ciri musik pop adalah :
a. Mengutamakan teknik penyajian dan kebebasan dalam menggunakan ritme dan jenis instrument
b. Mudah diterima masyarakat
c. Bentuk lagu bebas.
d. Disenangi masyarakat pada kurun waktu terntu
e. Contoh musik pop : Tak Ingin Sendiri, Berita Kepada Kawan, Arjuna mencari Cinta dan sebagainya.

5. Musik Seriosa
Cirri-ciri musik seriosa :
a. Banyak menggunakan nada-nada sisipan
b. Banyak menggunakan perubahan tempo dan dinamik
c. Dinyanyikan dengan serius dan perasaan yang mendalam
d. Terkadang ada pergantian nada dasar (modulasi)
6. Musik Stambul
Ciri-ciri musik stambul adalah :
a. Birama 4/4
b. Terdiri dari 16 bar
c. Merupakan variasi dari keroncong
d. Muncul pada sekitar permulaan abad ke 20
e. Contoh misk stambul : Stb Baju Biru, Stb. Merana
7. Musik Keroncong
Cirri-ciri musik keroncong adalah :
a. Birama 4/4
b. Menggunakan alat musik ukulele
c. Terdiri dari 28 bar
d. Muncul pada abad ke 16

MENGENAL UNSUR-UNSUR SENI MUSIK
 
Secara umum unsur-unsur musik terdiri dari bunyi, irama, melodi, harmoni, tekstur musik, bentuk musik, dan style atau gaya musik. Unsur bunyi meliputi insonasi, dinamik, dan warna nada. Di dalam unsur-unsur musik daerah memiliki perbedaan antara daerah yang satu dengan yang lain. Namun, ada unsur pokok yang hampir sama di dalam setiap musik daerah, yaitu nada, melodi ritme harmoni dan syair.
Dalam pelajaran ini unsur-unsur musik daerah yang akan dibahas adalah nada, irama, tempo dan dinamik.
1. nada
secara umum nada dipahami sebagai tinggi rendahnya bunyi dalam musik. ada juga yang menyebut tangganada atau laras. Nada merupakan unsur musik yang utama. kedudukan nada begitu vital dalam musik karena mengandung pengeritan berolah vokal.(buku teks yudhistira pendidikan seni budaya smp kelas 7 halaman 44-45)

"Nada adalah bunyi yang beraturan, yaitu memiliki frekuensi tunggal tertentu. Dalam teori musik, setiap nada memiliki tinggi nada atau tala tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Nada dasar suatu karya musik menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut. Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. Istilah "nada" sering dipertukarkan penggunaannya dengan "not", walaupun kedua istilah tersebut memiliki perbedaan arti". [wikipedia bahasa Indonesia]

2. Irama
irama adalah ketukan yang teratur, pola ritme tertentu yang dinyatakan dengan nama. dalam gamelan jawa dikenal beberapa tingkatan irama, seperti lancar, tanggung, dadi, wiled dan rangkep.

secara khusus irama dipahami sebagai susunan tertentu yang mengatur kecepatan panjang not dalam suatu karya musik (buku teks yudhistira pendidikan seni budaya smp kelas 7 halaman 44-45)

3. Dinamik
dinamik merupakan keras lemahnya sebuah nada yang dinyanyikan. dinamik lagu akan mempengaruhi suasana lagu tersebut. dalam musik nontradisional ada dua istilah pokok dinamik yaitu forte dan piano. forte mengandung arti kuat, sedangkan piano berarti lebut. dalam notasi musik, forte disingkat f dan piano disingkat p. kuat lemah sebuah lagu bervariasi sehingga selain fote dan piano masih terdapat dinamik lagu yang lain.(buku teks yudhistira pendidikan seni budaya smp kelas 7 halaman 45)

4. tempo
tempo merupakan istilah untuk menggambarkan cepat lambatnya lagu yang dinyanyikan. tanda tempo biasanya menggunakan bahasa Italia. Berikut ini beberapa istilah tempo utama dalam musik nontradisional.

1. largo = lambat sekali
2. lento = lebih lambat
3. adagio = lambat
4. andante = sedang
5. moderato = sedang agak cepat
6. allegro = cepat
7. vivace = lebih cepat sekali
8. presto = cepat sekali

unsur-unsur musik

unsur dalam kamus besar bahasa Indonesia
unsur un.sur
[n] (1) bagian terkecil dr suatu benda; bagian benda yg tidak dapat dibagi-bagi lagi dng proses kimia; bahan asal; zat asal; elemen: mengandung -- kimia tertentu; tekanan dapat kita anggap pula sbg salah satu -- bahasa; (2) kelompok kecil (dr kelompok yg lebih besar): membersihkan -- ekstrem kiri dl pemerintahan.

mari kita lihat pengertian musik dari berbagai sudut pandang

wikipedia Indonesia
Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:
Bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar
Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.
Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik

kamus bahasa Indonesia
musik mu.sik
[n] (1) ilmu atau seni menyusun nada atau suara dl urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yg mempunyai kesatuan dan kesinam-bungan; (2) nada atau suara yg disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan (terutama yg menggunakan alat-alat yg dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu)

Seni Musik

Seni musik adalah cetusan ekspresi perasaan atau pikiran yang dikeluarkan secara teratur dalam bentuk bunyi. Bisa dikatakan, bunyi (suara) adalah elemen musik paling dasar. Suara musik yang baik adalah hasil interaksi dari tiga elemen, yaitu: irama, melodi, dan harmoni

jadi menurut saya yang dimaksud dengan unsur musik adalah bagian yang menjadikan sesuatu itu disebut musik. sesuatu itu disebut musik apabila mempunyai minimal salah satu bagian musik. bagian itu adalah ritme, melodi, dan harmoni.
tentunya setiap individu mempunya pembagian unsur yang berbeda. kali ini adalah dengan metode saya sendiri.

unsur yang pertama
1. ritme
Ritme

Ritme adalah pengaturan bunyi dalam waktu. Birama merupakan pembagian kelompok ketukan dalam waktu. Tanda birama menunjukkan jumlah ketukan dalam birama dan not mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu ketukan. Nada-nada tertentu dapat diaksentuasi dengan pemberian tekanan (dan pembedaan durasi).

menurut gitarpedia
ritme adalah pengaturan logis rangkaian bunyi berdasarkan lama singkatnya ia dibunyikan agar menghasilkan sebuah gagasan musikal, tanpa not sekalipun kita masih bisa membuat musik yang berupa kumpulan bunyi tetabuhan ritmis, sebaliknya, musik tidak akan lengkpa apabila tidak ada ritme, sekalipun kita memiliki macam-macam not dan warna suara

nah berdasarkan pengertian tersebut saya menyimpulkan bahwa ritme adalah elemen yang sangat penting bagi pembentukan suatu musik. jadi ritme adalah temasuk dalam unsur musik.

2. Melodi
rangkaian bunyi musikal dari berbagai frekuensi dengan panjang pendek beragam yang ditata secara logis (tidak acak) sehingga memiliki arti yang bisa ditangkap oleh telinga. bisa dimainkan sendirian bisa pula diiringi dnegan akor. pada dasarnya, semua musik dari pop hingga simfoni untuk orkestra berisi gabungan melodi. secara teknis, melodi biasanya dibuat dengan memperhatikan gerak naik turun nada, pola ritmik nada dasar yang digunakan, bentuk/struktur musik, hingga pengaruhnya terhadap emosi pendengar.(gitarpedia)

kembali ke ritme, tanpa nada ritme bisa menjadi sebuah musik apabila ditata dengan rapi. Nah, apabila ritme tersebut kita letakkan sebuah nada atau rangkaian nada, maka akan menjadi sebuah Melodi.

jadi melodi termasuk dalam unsur-unsur musik.

3. Harmoni
--> teori tentang struktur akor serta fungsi-fungsinya.
--> keselarasan berbagai bunyi yang terkandung dalam sebuah musik(gitarpedia)

Harmoni secara umum dapat dikatakan sebagai kejadian dua atau lebih nada dengan tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni juga dapat terjadi bila nada-nada tersebut dibunyikan berurutan (seperti dalam arpeggio). Harmoni yang terdiri dari tiga atau lebih nada yang dibunyikan bersamaan biasanya disebut akord. (wikipedia berbahasa Indonesia)

mari kita lihat pengertian yang kedua.
"keselarasan berbagai bunyi yang terkandung dalam sebuah musik"

"keselarasan" keselarasan bisa diartikan perpaduan. perpaduan ini bisa disebut juga perpaduan nada.

apabila sudah mempunyai ritme, dan sudah mempunyai nada tinggal kita membuat nada tersebut menjadi nada yang padu dengan nada yang lain.

mengapa harus harmoni?
seni berkaitan dengan rasa. tentunya rasa ini adalah rasa keindahan.
tentunya supaya karya yang kita buat menjadi "indah" atau enak didengar oleh semua orang, maka nada-nada tersebut harus disusun sedemikian rupa sehingga menjadi paduan yang luarbiasa. ilmu yang mempelajari itu disebut ilmu harmoni

sebenarnya ada banyak unsur-unsur musik,namun ketiga unsur tersebut adalah yang utama.


Paranada
Masih ingatkah kita waktu kita dudu dibangku SD? terutama kelas satu. waktu itu kita diajarkan membaca. dan guru kita mengatakan "anak-anak kalau nulis itu jangan jauh diatas garis di bukunya . . jaraknya jangan terlalu jauh. . cukup di sini (guru itu menunjukkan menulis yang benar)" nah kata garis ini hampir mirip dengan garis paranada. Garis yang sering kita temui di buku tulis, tempat kita meletakkan huruf atau angka itulah kalau di dunia musik di sebut paranada. 
ketika kita belajar notasi musik , , berarti sama halnya kita belajar membaca dan menulis. kalau kita sudah mempelajari tulisan latin, maka di musik, kita belajar notasi musik. bisa juga disebut, notasi adalah tulisan dalam musik. mari kita mencoba bersama-sama, sedikit demi sedikit mengenal notasi musik. 


dimulai dari paranada atau sangkar nada. Namanya juga sangkar nada. sama halnya dengan sangkar burung. artinya tempat untuk burung. kalau sangkar nada artinya tempat untuk nada. maksudnya nada yang kita buat belum bisa berbunyi kalau belum kita tempatkan pada sangkarnya. sebuah sangkar nada terdiri dari lima gari ssejajar yang spasinya sama. lihat gambar 1.

Notasi Gregorian awal notasi balok

Notasi Gregorian, ditemukan oleh Paus Agung Gregori pada tahun 590, adalah awal penulisan musik dengan not balok. Namun Notasi Gregorian belum ada panjang nada (dinyanyikan sesuai perasaan penyanyi) dan masih dengan balok not yang 4 baris.


Unsur-unsur notasi balok

Interval not antarspasi (atau antargaris) adalah terts, sedangkan interval antara garis dan spasi adalah sekunde.
Dalam notasi balok, sistem paranada bergaris lima digunakan sebagai dasar. Bersama dengan keterangan mengenai tempoketukandinamika, dan instrumentasi yang digunakan, not ditempatkan pada paranada dan dibaca dari kiri ke kanan. Durasi nada dilambangkan dengan nilai not yang berbeda-beda, sedangkan tinggi nada dilambangkan dalam posisi not secara vertikal pada paranada. Interval dua not yang dipisahkan satu garis paranada (yaitu berada pada dua spasi yang bersebelahan) seperti digambarkan pada ilustrasi di samping merupakan interval terts, sedangkan interval antara not pada spasi dengan not pada garis adalah interval sekundeTanda kunci pada awal paranada menunjukkan tinggi nada yang diwakili oleh garis dan spasi pada paranada tersebut. Pada gambar di samping, kunci-G digunakan, menandakan bahwa garis kedua dari bawah melambangkan nada . Dengan demikian, interval terts pada gambar di samping adalah pasangan nada a1–c2, sedangkan interval sekunde merupakan pasangan nada a1–b1. Not-not yang melambangkan tinggi nada di luar jangkauan kelima garis paranada dapat digambarkan dengan menggunakan garis bantu yang diletakkan di atas atau di bawah paranada.

 
Pengertian apresiasi

Secara leksikografis, kata apresiasi berasal dari bahasa Inggris apreciation, yang berasal dari kata kerja to Apreciate, yang menurut kamus Oxford berarti to judge value of; understand or enjoy fully in the right way; dan menurut kamus webstern adalah to estimate the quality of to estimate rightly tobe sensitevely aware of. Jadi secara umum me-apresiasi adalah mengerti serta menyadari sepenuhnya, sehingga mampu menilai secara semestinya.

Dalam kaitannya dengan kesenian, apresiasi berarti kegiatan meng-artikan dan menyadari sepenuhnya seluk beluk karya seni serta menjadi sensitif terhadap gejala estetis dan artistik sehingga mampu menikmati dan menilai karya tersebut secara semestinya. Dalam apresiasi, seorang penghayat sebenarnya sedang mencari pengalaman estetis. Sehingga motivasi utama yang muncul dari diri penghayat seni adalah motivasi untuk mencari pengalaman estetis.

Pengalaman estetis menurut Albert R. Candler adalah kepuasan kontemplatif atau kepuasan intuitif. Sedangkan Yakob Sumardjo menjelaskan pengalaman seni adalah keterlibatan aktif dengan kesadaran yang melibatkan kecendekiaan, emosi, indera dan intuisi manusia dengan lingkungan (benda seni) (2000, 161). Dalam proses pengalaman estetis unsur perasaan dan intuisi lebih menonjol dibandingkan nalar; itulah sebabnya maka dalam proses tersebut penghayat seni seolah kehilangan jati dirinya karena seluruh kehidupan perasaannya larut ke dalam obyek seni, dan inilah yang disebut dengan empati.. Proyeksi perasaan tersebut bersifat subyektif dan sekaligus obyektif. Artinya subyektif karena penghayat menemukan kepuasan atau kesenangan dari obyek seninya dan obyektif karena proyeksi perasaan itu berdasarkan nilai-nilai yang melekat pada benda seni tersebut. Kualitas seni yang ada dalam karya tersebut mengalirkan pengalaman secara dinamis dan akhirnya mendatangkan kepuasan. Kualitas suatu karya biasanya muncul karena adanya pola yang jelas yang terjalin pada unsur/elemen seni sehingga membentuk sebuah struktur. Dalam seni rupa struktur tersebut ada pada rasa unity, balance, harmony, rythm, proportion, point of interest, contrast dan discord.

Seorang apresian dalam melakukan penghayatan dan penilaian terhadap sebuah karya tidak bisa dilepaskan dari persoalan persepsi yang muncul ketika berhadapan dengan karya tersebut. 

salah satu sikap apresiatif adalah mendengarkan dan menyaksikan pertunjukkan lagu-lagu daerah setempat, baik melalui televisi maupun pertunjukkan langsung. kemudian memperlajari lagu-lagu daerah setempat dan menyanyikannya, baik secara perorangan atau pun secara kelompok di depan kelas.

 
Secara umum unsur-unsur musik terdiri dari bunyi, irama, melodi, harmoni, tekstur musik, bentuk musik, dan style atau gaya musik. Unsur bunyi meliputi insonasi, dinamik, dan warna nada. Di dalam unsur-unsur musik daerah memiliki perbedaan antara daerah yang satu dengan yang lain. Namun, ada unsur pokok yang hampir sama di dalam setiap musik daerah, yaitu nada, melodi ritme harmoni dan syair.
Dalam pelajaran ini unsur-unsur musik daerah yang akan dibahas adalah nada, irama, tempo dan dinamik.
1. nada
secara umum nada dipahami sebagai tinggi rendahnya bunyi dalam musik. ada juga yang menyebut tangganada atau laras. Nada merupakan unsur musik yang utama. kedudukan nada begitu vital dalam musik karena mengandung pengeritan berolah vokal.(buku teks yudhistira pendidikan seni budaya smp kelas 7 halaman 44-45)

"Nada adalah bunyi yang beraturan, yaitu memiliki frekuensi tunggal tertentu. Dalam teori musik, setiap nada memiliki tinggi nada atau tala tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Nada dasar suatu karya musik menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut. Nada dapat diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda. Istilah "nada" sering dipertukarkan penggunaannya dengan "not", walaupun kedua istilah tersebut memiliki perbedaan arti". [wikipedia bahasa Indonesia]

2. Irama
irama adalah ketukan yang teratur, pola ritme tertentu yang dinyatakan dengan nama. dalam gamelan jawa dikenal beberapa tingkatan irama, seperti lancar, tanggung, dadi, wiled dan rangkep.

secara khusus irama dipahami sebagai susunan tertentu yang mengatur kecepatan panjang not dalam suatu karya musik (buku teks yudhistira pendidikan seni budaya smp kelas 7 halaman 44-45)

3. Dinamik
dinamik merupakan keras lemahnya sebuah nada yang dinyanyikan. dinamik lagu akan mempengaruhi suasana lagu tersebut. dalam musik nontradisional ada dua istilah pokok dinamik yaitu forte dan piano. forte mengandung arti kuat, sedangkan piano berarti lebut. dalam notasi musik, forte disingkat f dan piano disingkat p. kuat lemah sebuah lagu bervariasi sehingga selain fote dan piano masih terdapat dinamik lagu yang lain.(buku teks yudhistira pendidikan seni budaya smp kelas 7 halaman 45)

4. tempo
tempo merupakan istilah untuk menggambarkan cepat lambatnya lagu yang dinyanyikan. tanda tempo biasanya menggunakan bahasa Italia. Berikut ini beberapa istilah tempo utama dalam musik nontradisional.

1. largo = lambat sekali
2. lento = lebih lambat
3. adagio = lambat
4. andante = sedang
5. moderato = sedang agak cepat
6. allegro = cepat
7. vivace = lebih cepat sekali
8. presto = cepat sekali

berbagai lagu daerah populer biasanya diiringi oleh alat musik modern, tetapi dapat juga diiringi oleh alat musik tradisional. bahkan adalakalanya lagu daerah populer diiringi oleh kolaborasi alat musik tradisional dengan alat musik modern.
lagu lagu daerah populer banyak dijumpai di dalam masyarakat musalnya, lagu Anjeun yang dinanyikan oleh Ninign Meida dari daerah Jawa Barat, lagu Gethuk yang dinyanyikan oleh Nur Arni Oktavia dari daerah Jawa Tengah, dan Lagu Butet dari daerah Sumatra Utara.


ngelmu iku kalakone kanthi laku;
lekase lawan kas;
tegese kas nyantosani;
setya budya pangekese dur angkara
sair lagu di atas akrab sekali dengan telinga murid-murid sd di era 70-80an. waktu itu setiap menjelang pulang sekolah, pak guru menyuruh kami menyanyikan lagu tersebut, bahkan sering menjadi menu utama penutup pelajaran setiap hari. tidak jarang kami yang notabene anak "ndeso" melantunkannya dari atas pohon kelapa, bak loud speaker yang membahana di udara, ketika kami di hari minggu atau sore hari mencari kayu bakar untuk membantu simbok.
indahnya syair lagu, merdunya suara-suara anak ndeso itu kini sudah tidak lagi dijumpai, bahkan terasa asing di telinga anak-anak sekarang. generasi 2000an lebih akrab dengan lagu ketahuan dan lain-lain. ketika mama (sebutan simbok modern) melantunkannya menjelang tidur, justru anakmalah tidak bisa tidur, karena mereka merasa terganggu istirahatnya. seolah ru magis yang terkandung tidak lagi "mrebawani", daya magisnya telah pudar ditelan jaman.
sebenarnya di samping memiliki nilai magis, tembang pocung dengan syair/cakepan di atas mengandung nilai-nilai edukatif yang sangat luhur. ada pesan moral yang disampaikan. kita simak pada awal lagu pada kalimat/ gatra kapisan "ngelmu iku kalakone kanthi laku", mengandung pesan bahwa ilmu itu diperoleh melalui satu perjuangan, sehingga ada kerata basa "ngelemu" jare " angel yen durung ketemu". Warning sekaligus motivasi bahwa ilmu yang dimiliki seseorang tidaklah hasil warisan atau proses yang biasa-biasa saja, tetapi membutuhkan ketekunan / laku yang melibatkan berbagai aspek secara komplementer. Sebut saja dari sisi waktu, hanya untuk mendapatkan selembar sertifikat/ijazah SD, seseorang dalam waktu normatif butuh waktu 6 tahun, untuk mendapatkan pendidikan dasar harus menambah lagi dengan 3 tahun di SMP. Maka bisa dihitung berapa tahun waktu yang diperlukan jika seseorang ingin mendapatkan predikat magister. Belum lagi soal klaisk berupa dan, karena memang pendidikan kita itu mahal
Hal-hal tersebut membuktikan, memang benar bahwa ngelmu iku kalakone kanthi laku. satu harapan yang kelak diperoleh, adalah seperti impact seperti bunyi gatra pungkasan, bahwa setya budya pengekese durangkara, artinya seseorang yang berilmu dan memanfaatkannya untuk kepentingan kemaslahatan umat, maka ilmu yang dimiliki akan mampu menumpas perbuatan dur angkara, bukan sebaliknya.

Lagu klasik merupakan lagu daerah yang bersumber pada musik tradisional. lagu klasik biasanya berkembang di pusat-pusat pemerintahan. pada zaman dahulu pusat pemerintahan adalah lingkuangan istana kerajaan atau kadipaten.


ciri-ciri lagu klasik berbeda dengan lagu rakyat. hal ini disebabkan oleh tumbuh dan berkembangya lgu klasik di lingkungan pusat pemerintahan. berikut ini merupakan ciri-ciri lagu klasik.
a. bersifat agung, artinya digunakan untuk mengiringi berbagai upacara kebesaran keraton, upacara keagamaan, dan upacara adat suatu daerah.

b. dibuat atau diciptakan oleh seorang komponis atau pujangga istana.

c. memiliki pola yang baku, seperti aturan notasi, syair irama, dan tempo.

d. dikembangkan secara tertulis.

e. memiliki tema tentang sejarah kebesaran kerajaan, kepahlawanan para kesatria, dan ajaran moral suatu masyarakat.


contoh :

dari jawa yang termasuk lagu klasik adalah tembang-tembang ageng, tembang tengahan dan tembang alit (macapat).


Yamko Rambe Yamko
Kategori Lirik: Lagu Timur, Musik Daerah


Hee yamko rambe yamko aronawa kombe
Hee yamko rambe yamko aronawa kombe

Teemi nokibe kubano ko bombe ko
Yuma no bungo awe ade
Teemi nokibe kubano ko bombe ko
Yuma no bungo awe ade

Hongke hongke hongke riro
Hongke jombe jombe riro
Hongke hongke hongke riro
Hongke jombe jombe riro

arti syair
Hai jalan yang dicari sayang perjanjian
sungguh pembunuhan di dalam negri
sebagai bunga bangsa
bunga bangsa, bunga bangsa, bunga bangsa
bunga bertaburan
bunga bangsa, bunga bangsa, bunga bertumbuh
di taman pahlawan

[rakyat Papua memiliki rasa nasionlisme dan cinta yang kuat akan daerah mereka, sehingga banyak dari mereka yang rela mati demi daerah mereka. walaupun mereka berasal dari suku yang terpencar-pencar di pelosok maluku tetapi persatuan diantara mereka sangat kuat]



makna lagu lir ilir

Lir-ilir, Lir Ilir
Tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak sengguh temanten anyar

Cah Angon, Cah Angon
Penekno Blimbing Kuwi
Lunyu-lunyu penekno
Kanggo Mbasuh Dodotiro

Dodotiro Dodotiro
Kumitir Bedah ing pinggir
Dondomono, Jlumatono
Kanggo Sebo Mengko sore

Mumpung Padhang Rembulane
Mumpung Jembar Kalangane
Yo surako surak Iyo!!!

Tembang diatas pasti sudah akrab ditelinga kita
apalagi bagi orang-orang jawa yang notabene berada dalam wilayah penyebaran agama Wali Songo
tidak sedikit orang yang mencoba untuk menguraikan makna tembang diatas baik dalam konteks hubungannya dengan sejarah, syariat Islam bahkan Hakikat yang terkandung di dalamnya.

pada tulisan singkat ini Khaylif mencoba untuk sedikit menguraikan makna dari tembang tersebut, jika ada kekurangan atau kesalahan adalah karena keterbatasan Khaylif dalam pemahaman semoga Alloh memaafkan dan jika ada kebaikannya hal itu semata-mata datang dari Alloh SWT
Makna tembang tersebut menurut Khaylif:

1. Lir-ilir, Lir-ilir (Bangunlah, bangunlah)

Tandure wus sumilir (Tanaman sudah bersemi)

Tak ijo royo-royo (Demikian menghijau)

Tak sengguh temanten anyar (Bagaikan pengantin baru)

Makna: Sebagai umat Islam kita diminta bangun. Bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk lebih mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh Alloh dalam diri kita yang dalam ini dilambangkan dengan Tanaman yang mulai bersemi dan demikian menghijau. Terserah kepada kita, mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita mati atau bangun dan berjuang untuk menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar dan mendapatkan kebahagiaan seperti bahagianya pengantin baru.

2 Cah angon, cah angon (Anak gembala, anak gembala)

Penekno Blimbing kuwi (Panjatlah (pohon) belimbing itu)

Lunyu-lunyu penekno (Biar licin dan susah tetaplah kau panjat)

Kanggo mbasuh dodotiro (untuk membasuh pakaianmu)

Makna: Disini disebut anak gembala karena oleh Alloh, kita telah diberikan sesuatu untuk digembalakan yaitu HATI. Bisakah kita menggembalakan hati kita dari dorongan hawa nafsu yang demikian kuatnya?

Si anak gembala diminta memanjat pohon belimbing yang notabene buah belimbing bergerigi lima buah. Buah belimbing disini menggambarkan lima rukun Islam. Jadi meskipun licin, meskipun susah kita harus tetap memanjat pohon belimbing tersebut dalam arti sekuat tenaga kita tetap berusaha menjalankan Rukun Islam apapun halangan dan resikonya.

Lalu apa gunanya? Gunanya adalah untuk mencuci pakaian kita yaitu pakaian taqwa.

3. Dodotiro, dodotiro (Pakaianmu, pakaianmu)

Kumitir bedah ing pinggir (terkoyak-koyak dibagian samping)

Dondomono, Jlumatono (Jahitlah, Benahilah!!)

Kanggo sebo mengko sore (untuk menghadap nanti sore)

Makna: Pakaian taqwa kita sebagai manusia biasa pasti terkoyak dan berlubang di sana sini, untuk itu kita diminta untuk selalu memperbaiki dan membenahinya agar kelak kita sudah siap ketika dipanggil menghadap kehadirat Alloh SWT.

4. Mumpung padhang rembulane (Mumpung bulan bersinar terang)

Mumpung jembar kalangane (mumpung banyak waktu luang)

Yo surako surak iyo!!! (Bersoraklah dengan sorakan Iya!!!)

Makna: Kita diharapkan melakukan hal-hal diatas (no 1-3) ketika kita masih sehat (dialambangkan dengan terangnya bulan) dan masih mempunyai banyak waktu luang dan jika ada yang mengingatkan maka jawablah dengan Iya!!!

Lir ilir, judul dari tembang di atas. Bukan sekedar tembang dolanan biasa, tapi tembang di atas mengandung makna yang sangat mendalam. Tembang karya Kanjeng Sunan ini memberikan hakikat kehidupan dalam bentuk syair yang indah. Carrol McLaughlin, seorang profesor harpa dari Arizona University terkagum kagum dengan tembang ini, beliau sering memainkannya. Maya Hasan, seorang pemain Harpa dari Indonesia pernah mengatakan bahwa dia ingin mengerti filosofi dari lagu ini. Para pemain Harpa seperti Maya Hasan (Indonesia), Carrol McLaughlin (Kanada), Hiroko Saito (Jepang), Kellie Marie Cousineau (Amerika Serikat), dan Lizary Rodrigues (Puerto Rico) pernah menterjemahkan lagu ini dalam musik Jazz pada konser musik “Harp to Heart“.

Apakah makna mendalam dari tembang ini? Mari kita coba mengupas maknanya

Lir-ilir, lir-ilir tembang ini diawalii dengan ilir-ilir yang artinya bangun-bangun atau bisa diartikan hiduplah (karena sejatinya tidur itu mati) bisa juga diartikan sebagai sadarlah. Tetapi yang perlu dikaji lagi, apa yang perlu untuk dibangunkan?Apa yang perlu dihidupkan? hidupnya Apa ? Ruh? kesadaran ? Pikiran? terserah kita yang penting ada sesuatu yang dihidupkan, dan jangan lupa disini ada unsur angin, berarti cara menghidupkannya ada gerak..(kita fikirkan ini)..gerak menghasilkan udara. ini adalah ajakan untuk berdzikir. Dengan berdzikir, maka ada sesuatu yang dihidupkan.

tandure wus sumilir, Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar. Bait ini mengandung makna kalau sudah berdzikir maka disitu akan didapatkan manfaat yang dapat menghidupkan pohon yang hijau dan indah. Pohon di sini artinya adalah sesuatu yang memiliki banyak manfaat bagi kita. Pengantin baru ada yang mengartikan sebagai Raja-Raja Jawa yang baru memeluk agama Islam. Sedemikian maraknya perkembangan masyarakat untuk masuk ke agama Islam, namun taraf penyerapan dan implementasinya masih level pemula, layaknya penganten baru dalam jenjang kehidupan pernikahannya.

Cah angon cah angon penekno blimbing kuwi. Mengapa kok “Cah angon” ? Bukan “Pak Jendral” , “Pak Presiden” atau yang lain? Mengapa dipilih “Cah angon” ? Cah angon maksudnya adalah seorang yang mampu membawa makmumnya, seorang yang mampu “menggembalakan” makmumnya dalam jalan yang benar. Lalu,kenapa “Blimbing” ? Ingat sekali lagi, bahwa blimbing berwarna hijau (ciri khas Islam) dan memiliki 5 sisi. Jadi blimbing itu adalah isyarat dari agama Islam, yang dicerminkan dari 5 sisi buah blimbing yang menggambarkan rukun Islam yang merupakan Dasar dari agama Islam. Kenapa “Penekno” ? ini adalah ajakan para wali kepada Raja-Raja tanah Jawa untuk mengambil Islam dan dan mengajak masyarakat untuk mengikuti jejak para Raja itu dalam melaksanakan Islam.

Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro. Walaupun dengan bersusah payah, walupun penuh rintangan, tetaplah ambil untuk membersihkan pakaian kita. Yang dimaksud pakaian adalah taqwa. Pakaian taqwa ini yang harus dibersihkan.

Dodotiro dodotiro, kumitir bedah ing pinggir. Pakaian taqwa harus kita bersihkan, yang jelek jelek kita singkirkan, kita tinggalkan, perbaiki, rajutlah hingga menjadi pakain yang indah ”sebaik-baik pakaian adalah pakaian taqwa“.

dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore. Pesan dari para Wali bahwa suatu ketika kamu akan mati dan akan menemui Sang Maha Pencipta untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu. Maka benahilah dan sempurnakanlah ke-Islamanmu agar kamu selamat pada hari pertanggungjawaban kelak.

Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane. Para wali mengingatkan agar para penganut Islam melaksanakan hal tersebut ketika pintu hidayah masih terbuka lebar, ketika kesempatan itu masih ada di depan mata, ketika usia masih menempel pada hayat kita.

Yo surako surak hiyo. Sambutlah seruan ini dengan sorak sorai “mari kita terapkan syariat Islam” sebagai tanda kebahagiaan. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (Al-Anfal :25)




berdasarkan sifat dan keberadaannya, lagu daerah setempat dapat dibedakan menjadi lagu rakyat, lagu klasik, dan lagu daerah populer.

1. lagu rakyat
lagu rakyat merupkan lagu yang diwariskan dari generasi ke generasi secara lisan sehingga menjadi milik bersama. oleh karena itu biasanya lagu rakyat tidak diketahui sipa pemiliknya. lagu rakyat tumbuh dan berkembang di daerah pedesaan. ciri ciri lagu rakyat

a. sederhana, artinya lagu yang disajikan tidak terlalu panjang, bahkan cenderung pendek, tidak terlalu banyak memiliki variasi nada dan melodi, dan menggunakan iringan instrumen sederhana.
b. memiliki tema tentang kehidupan dan pergaulan rakyat, seperti bertani , berkebun, adat istiadan dan kepercayaan terhadap masyarakat setempat
c.meriah, artinya memiliki irama yang riangm, sifat menghibur dan terkadang bersifat jenaka
d.bebas, artinya tidak terikat pada aturan baku seperti lagu klasik
e. dipopulerkan secara lisan dari mulut ke mulut



DEVINISI SENI

Mata Pelajaran Seni Budaya merupakan mata pelajaran yang baru di kelas VII ini. Sehingga sebelum melangkah ke materi yang lebih jauh, alangkah baiknya peserta didik diarahkan untuk mengetahui pengertian seni itu sendiri.

Seni adalah SENI ADALAH : Ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan kedalam kreasi dalam bentuk gerak, rupa, nada, syair, yang mengandung unsue-unsur keindahan, dan dapat mempengaruhi perasaan orang lain.

Kesenian dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain :
  1. Seni Musik adalah curahan perasaan seseorang yang dituangkan dalam bentuk nada dan syair yang indah.
    2. Seni Rupa adalah curahan perasaan seseorang yang dituangkan dalam bentuk rupa / gambar-gambar.
    3. Seni Drama adalah curahan perasaaan seseorang yang dituangkan dalam bentuk gerak bercerita yang diramu dengan musik yang sesuai.
    4. Seni Tari adalah curahan perasaan seseorang yang dituangkan dalam bentuk gerak anggota badan yang teratur dan berirama.
    SENI BUDAYA adalah Kreasi seni, baik dalam bentuk Musik, Rupa,Drama, maupun Tarian yang lahir dan berkembang serta dipelihara secara turun temurun oleh masyarakat di suatu daerah, dan menjadi ciri khas daerah tersebut. 


C (Mayor)
akor C dibentuki atas penggabungan tiga buah nada, yaitu do-mi-sol atau C-E-G. Notasi do pada akor C berfungsi sebagai root (bass), nada rendah atau nada ke-1, notasi mi adalah nada ke-3 dan sol adalah nada ke-5 dalam urutan tangga nada C. jika akor C digunakan sebagai iringan (rhitme) sebuah lagu, tidak hanya notasi do yang dapat menjadi root, notasi mi dan sol dapat pula menjadi root, penaman ini disebut dengan inversi. Penamaan "mayor' berasal dari jarak nada do ke nada mi.

AKORD. Akord merupakan rangkaian notasi pada gitar yang dimainkan secara serantak. (Kamus akord gitar).
Akor (chord). kesatuan bunyi dalam musik yang mengandung tiga not atau lebih. kombinasi jarak antarnot menentukan nama akor bersangkutan. (Gitarpedia ; 2)
Akord, accord, BI, Chord, Ing.,  paduan nada, bumyi serempak dari dua nada atau lebih.

Untuk menambah referensi kita berikut ini istilah dalam akord.
sumber : Memperindah permainan keyboard menggunakan jembatan akord. Hendro. 2008.


-Akor (chord), merupakan kumpulan bebearpa nada yang dibunyikan secara serentak.
- Progressive Chord, merupakan putaran akor atau pegearkan dari sau akor ke akor berikutnya dalam rancangan konsep harmoni.
- chording, merupakan bunyi intonasi akor penuh pada kelompok musik.
-chord number, merupakan istilah untuk kedudukan akor
-chord symbol, merupakan lambang penulisan akor dalam partitur lagu
-close harmoni, merupakan cara memainkan pergearkan akor dengan memisahkan nada demi nada  secara berurutan.
-mystic chord, merupakan rangkaian akor yang bejarak empat notasi.
-concord , merupakan bunyi akor yang enak didengar
-transposisi, merupakan  perpindahan akord dasar lagu
- cadence, merupakan pengkhiran jalur akor
- discord, merupakan akor-akor disonant atau bunyi-bunyi yang tidak enak  didengar.
-resolusi, merupakan pegearkan akord dari discord menjadi concord
- non chordal tone, merupakan nada sisipan yang menjadi penghubung di antara dua akor yang dimainkan
- arpeggio, merupakan teknik memainkan nada secara berurutan
- augmented, merupakan pengembangan jarak dari satu interval
- diminished, merupakan pengurangan jarak nada
-perfect  cadence, merupakan pengakhiran akor lagu dari dominan ke tonik.


Materi Pendukung Pembelajaran SENBUD


Macam – Macam Seni

Di zaman sekarang ini seni memang sangat berpengaruh terhadap perkembangan IPTEK. Kita tidak bisa terlepas dari yang namanya seni, tanpa adanya seni hidup kita tidak akan indah, karena seni merupakan hal pendukung terbentuknya keindahan. Misalnya saja rumah, tanpa adanya rasa keindahan, maka rumah yang kita huni sekarang ini akan bermodel kuno. Begitu juga dengan tekhnologi yang sekarang ini berkembang, pasti didukung dengan adanya seni. Contohnya adalah motor, motor zaman dulu dengan yang sekarang pasti mempunyai model yang berbeda. Pastinya yang sekarang lebih bagus dari pada yang dulu. berikutu ni adalah macam macam seni yang akan saya jelaskan secara umum :

Macam Macam Seni

1. Seni Rupa

Seni rupa merupakan salah satu cabang kesenian. Seni rupa memiliki wujud pasti dan tetap yakni dengan memanfaatkan unsur rupa sebagai salah satu wujud yang diklasifikasikan ke dalam bentuk gambar, lukis, patung, grafis, kerajinan tangan, kriya, dan multimedia.
Kompetensi dasar yang harus dicapai bidang seni rupa adalah meliputi kemampuan memahami dan berkarya lukis, kemampuan memahami dan membuat patung, kemampuan memahami dan berkarya grafis ,kemampuan memahami dan membuat kerajinan tangan, serta kemampuan memahami dan berkarya atau membuat sarana multimedia. Terminologi in pada dasarnya telah ditetapkan sebagai kecakapan seseorang yang mampu menguasai bidang kerupawanan.
Seni rupa telah mengakar mulai zaman animisme dan dinamisme hingga jaman melenium. Seni Rupa menjadi salah satu bagian cabang seni yang secara performatif mempresentasikan wujud yang kasat mata. Ilusi tentang wujud dapat diserap dan dirasakan ke dalam klasifikasi bentuk seperti telah disebut pada bagian atas. Representasi bentuk seni rupa dipertimbangkan secara sinergis melalui perhelatan media yang digunakan sebagai dasar perwujudan rupa. Secara kontekstual seni rupa merupakan wujud mediasi bentuk kasat mata yang dekat ke arah perlambang gambar, lukis, patung, kerajinan tangan kriya dan multimedia. berhubungan dengan unsur cabang kesenian.

2. Seni Musik

Unsur bunyi adalah elemen utama seni musik. Unsur lain dalam bentuk harmoni, melodi dan notasi musik merupakan wujud sarana yang diajarkan. Media seni musik adalah vokal dan instrumen. Karakter musik instrumen dapat berbentuk alat musik Barat dan alat musik Nusantara/tradisional. Jenis alat musik tradisional antara lain terdiri dari seruling, gambang kromong, gamelan, angklung, rebana, kecapi, dan kolintang serta arumba. Jenis alat musik Barat antara lain terdiri dari piano, gitar, flute, drum, musik elektronik, sintetiserr, seksopon, dan terompet.
Kompetensi dasar yang harus dicapai dalam mempelajari seni musik meliputi kemampuan memahami dan berkarya musik, pemahaman pengetahuan musik mencakup harmoni, melodi dan notasi musik serta kecerdasan musikal yang memungkinkan seseorang dapat beradaptasi dengan perangkat musik secara cepat. Di sisi lain, kemampuan memahami dan membuat notasi, kemampuan mengaransemen, serta praktik dasar maupun mahir dalam banyak alat atau instrumen secara terampil, serta kemampuan memahami dan membuat multimedia. Seni musik yang lebih mempromosikan unsur bunyi sebagai medium dasar musik lebih memiliki proporsi pada bunyi yang teratur, bunyi yang berirama, serta paduan bunyi yang menjurus kepada eksperimental bunyi secara harafiah tanpa ritme, melodi maupun harmoni. Seni musik banyak berkembang pada komunitas masyarakat yang memiliki aliran klasik, ekspresionis, eksperimentalis, dan fluonsis dengan memetakan perkembangan musik melalui bunyi-bunyian yang tidak berirama dan bernada. Seni musik tumbuh-kembang sejak zaman Renaissance hingga abad milenium. Secara progresif aliran musik yang berkembang pada saat ini lebih ke arah musik yang memiliki tonasi, interval, dan harmoni secara varian.
Seni musik lebih transparan dalam bentuk hasil karyanya. Bunyi sebagai media ungkap menjadi salah satu alat komunikasi dalam menginternalisasikan makna bunyi ke dalam penerjemahan kuantum dari pikiran aranjer(penata musik) ke penonton. Oleh sebab itu, dibutuhkan pemaknaan artikulasi penataan musik terhadap cara penyampaian makna musik untuk dapat dimengerti oleh penonton. Dengan demikian makna penataan musik semakin mudah dipahami, dimengerti dan menjadi media komunikasi antara penata musik dengan penghayat musiknya.

3. Seni Teater

Kompetensi dasar bidang seni teater mencakup kemampuan memahami dan berkarya teater, kemampuan memahami dan membuat naskah, kemampuan memahami berperan di bidang casting kemampuan memahami dan membuat setting atau tata teknik pentas panggung dan penciptaan suasananya sebagai perangkat tambahan dalam membidangi seni teater.
Di sisi lain, kemampuan memahami untuk berperan di luar dirinya adalah penguasaan khusus yang harus dikuasai secara teknis dalam berkarya teater. Kemampuan memahami dan membuat sarana dan prasarana perlengkapan berbasis multimedia adalah pendekatan aktual yang harus dikuasai seorang dramawan dalam kaitannya dengan penyajian teater berbasis teknologi. Seni teater juga sebagai bagian integral kesenian memiliki media ungkap suara dalam wujud pemeranan. Cara atau teknik ini lebih mengutamakan terciptanya casting, pembawaan, diksi, intonasi, pengaturan laring dan faring secara konsisten adalah bagian penting dari penjelmaan profesi yang harus dimiliki.

4. Seni Tari

Media ungkap tari adalah gerak. Gerak tari merupakan gerak yang diperhalus dan diberi unsur estetis. Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografer. Keindahan tari terletak pada bentuk kepuasan, kebahagiaan, baik dari koreografer, peraga dan penikmat atau penonton.
Kompetensi dasar dalam mempelajari seni tari mencakup praktik dasar dan mahir dalam penguasaan gerak tari meliputi tari tradisional maupun tari garapan, kemampuan memahami arah dan tujuan koreografer dalam konsep koreografi kelompok. Kemampuan memahami an berkarya tari (koreografi) adalah keterampilan khusus berhubungan dengan kepekaan koreografi, di sisi lain diharapkan memiliki kepekaan memahami aspek-aspek tari dan aspek keindahan secara teknis. Sebagai penyesuaian abad modern, kemampuan memahami dan membuat perangkat multimedia hubungannya dengan tari adalah bentuk penyesuaian sumber daya manusia dalam adaptasinya dengan teknologi. Perwujudan ekspresi budaya melalui gerak yang dijiwai serta diikat nilai-nilai budaya menjadi patokan dasar atau standar ukur tari untuk dikaji menjadi bentuk tari-tarian daerah di Indonesia. Sebagai salah satu unsur terpenting kesenian di Indonesia dalam wujud performa gerak, dibutuhkan adanya kehidupan sosial dan spiritual masyarakat pendukungnya. Peran dan fungsi tarian yang begitu penting hingga kini pada puncak kesenian daerah menjadi simbol dan puncak tari sebagai budaya di daerah yang bersangkutan. Jenis tari yang telah menjadi puncak budaya daerah sangat erat untuk dijadikan sebagai tarian yang diunggulkan daerah.di mana tarian tersebut berasal.
Beraneka ragam tari-tarian yang diwarisi masyarakat daerah di Indonesia baik yang sakral maupun yang sekuler, tradisional maupun nontradisional. Bentuk tarian dari zaman prasejarah hingga zaman modern, produk dari zaman tertentu membantu sejarah kehidupan tarian untuk dapat tumbuh-kembang hingga akhir zaman.Seni tari memerlukan media gerak. Gerak murni atau wantah tidak memiliki maksud-maksud tertentu. Gerak maknawi memiliki makna maksud-maksud tertentu dan apabila dibangun dengan unsur keindahan, maka gerakan tari semakin halus, estetis, dan geraknya memiliki bangunan ekspresi bentuk yang diungkapkan manusia untuk dinikmati.Seni tari banyak dipengaruhi oleh kepercayaan dinamisme dan animisme. Oleh sebab itu, sejak zaman dulu tarian sudah memiliki peran fungsi yang sentral dalam kehidupan beragama. Peran tari dalam upacara terkait dengan cara dan tujuan yang terkait dalam prosesi suatu upacara keagamanaan atau ritual. Seni tari mewariskan bentuk-bentuk tradisi maupun nontradisi. Sifat—fungsi magis-ritual yang dipengaruhi kepercayaan animisme dinamisme mampu menjadi kekuatan sentral dalam setiap upacara keagamaan. Dalam perkembangannya, seni tari tradisional pada akhirnya mewariskan seni pertunjukan baru dan inovatif melalui dramatari prembun, hingga sendratari jenis kesenian yang lahir pada zaman modern. Pada masyarakat modern yang dinamis ini, kehadiran seni tari memerlukan hadirnya penari yang baik, guru-guru tari yang profesional, dan pemikir-pemikir yang mampu merumuskan masa depan tari secara proporsional. Oleh sebab itu, beberapa hal harus diperhatikan menyangkut penguasaan teknik tari agar dapat memenuhi syarat sebagai penari yang profesional.

5. Kerajinan Tangan

Cabang kesenian ini pada dasarnya memprioritaskan kepada keterampilan tangan dalam bentuk benda hasil kerajinan. Hal kerajinan tangan mencakup unsur-unsur bordir, renda, seni lipat,seni dekoratif, serta seni yang menekankan keterampilan tangan. Seni dan pengetahuan lain dapat dipahami dan diketahui oleh pembaca dalam upaya pengembangan kepribadian dan keanekaragaman. Dalam suatu kehidupan akan terasa hambar dan gersang apabila kita tidak memiliki kesenian. Kesenian dapat menyempitkan aspek budaya dan memperluas cakrawala serta keanekaragaman pengetahuan seseorang. Secara aktual kesenian yang ada berwujud musik, rupa, teater, dan tari secara multilingual, multikultural, dan multidimensional.
Pada akhir ulasan ini dapat diakumulasi, mana cabang seni yang paling kalian senangi. Coba berilah contoh salah satu cabang seni yang paling kamu senangi dalam bentuk karya seni yang pernah kalian buat atau kalian kenali.

6. Seni Berwawasan Teknologi

Pertumbuhan perkembangan ilmu pengetahuan secara signifikan mampu mengadopsi berbagai penerapan pengetahuan ke dalam munculnya cabang pengetahuan baru.Salah satu reformasi di bidang pengetahuan yang berhubungan dengan seni adalah munculnya cabang seni berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih.
Cabang pengetahuan seni yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi adalah munculnya cabang seni, seperti seni peran (khususnys sinetron), pendokumentasian (sinema), audio-visual (keproduseran) dan lain-lain. Wahana penjajagan pengetahuan di bidang yang berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih tersebut memunculkan garapan pengetahuan di bidang seni peran dan adaptasinya. Munculnya cabang seni berwawasan teknologi menjadi pertanda bahwa wahana pengembangan seni dan pengetahuan kesenian dalam kaitannya dengan wawasan teknologi mampu mengadaptasikan pengetahuan baru sebagai wadah penuangan bakat-bakat seni berhubungan dengan penggunaan alat-alat canggih.
Kesenian sebagai sebuah metodologi memperkenalkan seseorang memahami obyek ke dalam permasalahan-permasalahan yang dikaitkan dengan pekerjaan seni dan bersosialisasi. Dengan imajinasi, seseorang yang mempelajari seni dapat berangan-angan terutama dalam menemukan hal baru, menciptakan hal baru, serta memodivikasi berbagai temuan yang sudah ada ke bentuk baru sebagai representasi sesuatu yang telah lama ada.
Cabang-cabang kesenian seperti telah disebut di atas merupakan kekuatan dasar yang sangat efektif untuk mendatangkan inspirasi bagi banyak orang. Imajinasi seseorang yang belajar kesenian dapat dikembangkan secara lebih luas dengan meningkatkan dan mengembangkan bahasa gerak, rupa, bunyi, dan suara untuk tetap tumbuh dan berkembang menurut tingkat dan reputasi bahasa tubuh, bahasa gerak, serta bahasa bunyi dikombinasikan dengan pendekatan psikologis.

Kegiatan kesenian yang terbungkus dalam pembuatan seni berupa karya seni berhubungan dengan refleksi ide-ide, dan tindakan-tindakan yang terkait dengan proses berkesinambungan.

Kegiatan seni melibatkan beberapa aspek multilingual, multikultural dan multidimensional mampu menjangkau secara luas atas beberapa hal yakni.
  1. Menyiapkan pendidikan yang sejajar,
  2. Mengembangkan pengetahuan berbagai budaya
  3. Memberikan nilai masyarakat, Mengenalkan budaya dalam dunia pendidikan, serta,
  4. Membantu pendidik dan terdidik mengembangkan perspektif multibudaya.
Dalam ranah khusus, konsep pengembangan kewirausahaan menjadi konsep dasar pengembangan penulisan buku ini. Sebagai bahan kajian, jawaban yang integral dapat menjembatani lahirnya pengembangan kewirausahaan ke dalam pendidikan model profesional. Model ini digunakan dalam pendidikan untuk mencetak profesionalisme penari yang berkualitas, memiliki kompetensi, memiliki kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan profesionalismenya baik di depan umum maupun d lingkup pendidikan formal yang dimiliki.
Model profesional sebagai alat pengemban pendidikan di dalamnya memiliki indikator yang dapat menjadi arah pelaku seni yang kompeten terhadap penciptaan seni dan seperangkat keahlian dalam gaya, teknik, dan metodologi yang dapat digunakan sebagai pendekatan keahlian yang diterapkan. Konsep profesional ini dibekali dengan ide yang dibalut kerja kreatif, jadwal terprogram, serta proses penuangan yang dilandasi oleh profesionalisme sehingga pengalaman ke depan menjadi semakin terasah. Penekanan kerja mandiri dan tindak kreatif yang terstruktur menjadi kemampuan profesional menjadi semakin bertumpu pada landasan yang kuat dan memadai. Dengan demikian proses ke depan terjadi simulasi yang mengerucut dan mampu menjadikan seseorang yang mempelajari dengan konsep profesional dapat menciptakan kewirausahaan secara jelas. Di sini dibutuhkan penempaan yang memiliki landasan basis profesional sehingga diharapkan memenuhi kebutuhan seorang profesional menjadi tangguh dalam berwirausaha serta potensial dalam menghadapi tantangan di masa depan. Dengan demikian wahana konsep ini selayaknya digunakan untuk menempa bibit-bibit profesional menjurus ke jalur yang sudah diatur atau ketentuan yang tidak dapat ditawar lagi. Beberapa indikator profesional dalam bentuk keterampilan adalah sebagai berikut di bawah ini.
  1. Menekankan kepada produk/hasil,
  2. Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicita-citakan,
  3. Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah,
  4. Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional,
  5. Prosedur imitatif, latihan, demonstrasi, dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya,
  6. Kemampuan, kemahiran, dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional mampu berkembang mandiri, dan berkelompok koloni.
  7. Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita pengalaman yang terasah dalam performa profesionalisme yang diidamkan.
  8. Profesionalisme yang dibina meliputi pelaku profesional, artis dan koreografer.
Itu tadi adalah sekilas penjelasan saya tentang seni yang mudah mudahan akan bisa menambah wawasan teman teman tentang seni. “Jadilah seniman yang baik, seniman yang baik tidak membutuhkan alkohol untuk mendapatkan inspirasi”.

Belajar Seni Musik


 MATERI PENDUKUNG PEMBELAJARAN SENI MUSIK

1. Hasil Belajar Musik
Untuk menyatakan bahwa suatu proses belajar mengajar dapat dikatakan berhasil, setiap guru memiliki pandangan masing masing sejalan dengan filsafatnya. Namun untuk menyamakan persepsi sebaiknya kita berpedoman pada kurikulum yang berlaku saat ini yang telah disempurnakan, antara lain bahwa Suatu proses belajar mengajar tentang suatu bahan pengajaran dinyatakan
berhasil apabila tujuan intruksional khusus (TIK) nya dapat tercapai (Djamarah: 2006 :105).
Karena ituiah, suatu proses belajar mengajar tentang suatu bahan pengajaran dinyatakan berhasil apabila memenuhi tujuan intruksional khusus dari bahan yang telah diujikan terhadap siswa.
Fungsi penilaian ini adalah untuk memberikan umpan balik kepada
guru dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar dan melaksanakan program remidial bagi siswa yang belum berhasil.
Musik adalah seni bunyi yang sengaja dibuat oleb manusia untuk mengungkapkan suatu ide atau gagasan akal budi dan perasaan. Jamalus (1988 : 1) yang menyatakan bahwa musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi musik yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur irama, melodi harmoni, bentuk atau struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan.
Musik menurut wujud nyata hanya berupa bunyi, tetapi suasana, pikiran dan perasaan yang terkandung di dalamnya apakah gembira, senang atau sedih dapat dimengerti oleh semua orang, tanpa penjelasan, tanpa kamus (Nadabdap. 1991:8). Musik merupakan karya seni yang diciptakan melalui media yang menghasilkan bunyi. Media tersebut meliputi alat-alat musik maupun bunyi-bunyi ritmis dengan irama tertentu. Irama adalah urutan rangkaian gerak bunyi yang menjadi unsur dasar musik. Hal ini ditegaskan lagi oleh Awuy (1980 : 60). Irama merupakan inti hidupnya suatu lagu, bergerak sesuai dengan ukuran waktu.
Musik juga membentuk wujud-wujud dengan watak melodis. Watak melodis terjadi dari berbagai urutan nada untuk mengungkap kan suatu gagasan. Melodi adalah susunan atau rangkaian nada (bunyi dengan getaran teratur) yang terdengar berurutan serta berirama dan mengungkapkan suatu gagasan (Jamalus, 1988: 16). Nada-nada tersebut dihasilkan oleh alat-alat musik diatonis (terdiri atas tujuh buah nada), pentatonik (terdiri atas 5 buah nada), maupun suara manusia (vokal). Sedangkan kita tabu bahwa suara dapat ditimbulkan dari diri kita sendiri yang berupa suara vokal, suara siulan, dan suara dari bagian badan kita seperti tepukan. Kemudian kegiatan anggota badan kita dengan benda-benda yang ada disekitar kita yang berupa suara-suara pukulan, petikan, gesekan dan tiupan.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa musik adalah suatu hasil karya cipta manusia yang berupa bunyi-bunyian, yang bersumber dari suara manusia (vokal) dan alat-alat musik (instrumen), yang dapat mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur musik yaitu irama, melodi, harmoni, struktur lagu dan ekspresi sebagai satu kesatuan, yang dapat menimbul kan kesan dan pesan bagi pendengarannya.

2. Seni Musik
Materi seni musik tidak terlepas dari unsur-unsur musik meliputi: Irama, namun sebelum pengertian irama diberikan terlebih dulu perlu diketahui apa yang dimaksud dengan pulsa. Irama dan pulsa dapat dirasakan pada saat kita mendengar sebuah musik.
Dalam tubuh manusia beredar darah yang disebabkan oleh denyutan jantung. Dalam keadaan normal denyutan jantung jaraknya teratur. Pengertian pulsa dalam musik adalah denyutan berulang-ulang yang berlangsung secara teratur (Jamalus, 1988:9)
Pengertian irama adalah rangkaian gerak yang terdapat dalam musik. Irama terbentuk dari sekelompok bunyi dan diam dengan panjang pendek yang berbeda lama waktunya. Irama. Juga diartikan panjang pendek nada dalam lagu. Istilah asing irama adalah rhytm (Inggris), yang diterjemahkan ritme (Wagiman, 2001:27).
Melodi adalah susunan rangkaian nada (bunyi dengan getaran teratur) yang terdengar berurutan, serta berirama serta mengungkap kan suatu gagasan (Jamalus, 1989 : 16).
Menurut Soeharto melodi adalah rangkaian dari beberapa nada yang berbunyi atau dibunyikan secara berurutan. Melodi terdiri dari nada nada yang letak nada-nadanya menyatakan tinggi rendahnya nada yang berbeda-beda.
Harmoni adalah keselarasan atau persesuaian pada bagian bagian lagu, birama, irama sehingga timbul suatu sifat atau suasana yang merupakan kesatuan. Dasar harmoni adalah titik nada atau akord yang terbentuk dari salah satu nada dari sebuah tangga nada (Jamalus, 1989 : 30).
Ekspresi adalah ungkapan perasaan dan pikiran yang diwujudkan oleh para seniman musik atau penyanyi yang disampaikan kepada pendengar yang mencakup tempo, dinamik, dan warna nada dari unsur-unsur pokok musik (Jamalus, 1988:38)

3. Musik Nusantara
Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan KTSP, kalender pendidikan, dan silabus, Materi Musik Nusantara terdapat pada kelas VIII semester II mata pelajaran seni musik. Musik Nusantara adalah musik-musik tradisional yang tersebar di seluruh daerah-daerah Indonesia (Nusantara) yang berkembang di daerah-daerah sampai sekarang, Setiadi (2005 : 68).
Musik tradisional adalah musik yang lahir dari budaya daerah. Musik daerah bersifat sederhana, baik alat musiknya maupun lagunya, unsur kerakyatan dan kebersamaan merupakan ciri-ciri musik daerah di Indonesia, Sunarko (1990 : 33). Dapat disimpulkan, bahwa musik tradisional adalah jenis musik yang berasal dari suatu daerah, mencerminkan budaya daerah tersebut, sifatnya sederhana dan belum terpengaruh budaya asing. Berikut ini adalah contoh beberapa musik daerah dan daerah asalnya, antara lain :

a. Gamelan Jawa
Gamelan Jawa ialah nama kumpulan alat-alat musik daerah jawa yang dimainkan bersama-sama dan merupakan suatu ensanbel atau symphony. Sedangkan tangga nada yang dipakai ialah pelog dan slendro. Sebagaimana kita ketahui bahwa gamelan sejak dulu keahlian sudah populer di mana-mana di seluruh kepulauan Nusantara. Hal ini terbukti dengan adanya peninggalan peninggalan gamelan yang lengkap, di keraton Solo dan Yogya.
Selain dari itu di zaman Sultan Agung sudah ada alat-alat gamelan yang besar. Permainan gamelan Jawa mengandalkan keseimbangan antara vokal dan instrumental, Dalam hal ini tidak ada yang menonjol vokal atau instrumental, tetapi kedua jenis tersebut sama berat dan seimbang.
Gamelan yang lengkap dari satu perangkat terdiri dari lima kelompok instrumen dengan susunan sebagai berikut :
(a) Kelompok balungan, terdiri dari : demung, saron, peking,
(b) Kelompok Blimbingan, terdiri dari : Slenthem, gender,
(c) Kelompok pencon, terdiri dari : boning, ketuk, kenong, kempul dan gong,
(d) Kelompok kendang, terdiri dari : kendang bem, kendang ciblon, ketipung, dan
(e) Kelompok pelengkap, terdiri dari : suling, siter, celempung, rebab, dan gambang.
Lagu-lagu yang terkenal adalah : ilir-ilir, gambang suling, gundul-gundul, pacul, suwe ora jamu.

b. Gamelan Bali
Gamelan Bali adalah seperangkat musik gamelan mirip gamelan jawa dengan jenis pukulan rammpak dank eras, tempo cepat, dinamis, dan musikalisasinya lebih ekspresif.
Perbedaan alat pukul gamelan Jawa dengan Bali yaitu pemukul untuk gamelan Bali terbuat dari bahan besi sedangkan Jawa dari kayu. Sehingga bila dipukulkan ke alat musik ada perbedaan bunyi yang dihasilkan.
Permainan gamelan Bali, lebih mengutamakan instrumental daripada vokal karena disesuaikan dengan pemakaiannya yaitu untuk mengiringi tari-tarian.
Instrumen gamelan Bali adalah sebagai berikut :
1. Angklung gentorag kempli
2. Babende gong kempor
3. Ceng-ceng jegogan kendang
4. Gangsa kajar ketuk
5. Gender kantilan kuwir
6. Genggong kemong pemade
7. Suling tawa-tawa rebab
8. Rincik tingklik rebana
Lagu-lagu daerah Bali yang sering dimainkan dengan gamelan Bali antara lain : Meyang-meyong, jangger, dewa ayu, macepet


c. Gamelan Degung
Gamelan Degung adalah gamelan klasik sunda yang mempunyai ciri-ciri khas tersendiri yaitu sederhana dalam instrumennya dan corak lagu yang menyayat hati.
Gamelan Degung telah dikenal sejak zaman Pajajaran yang ketika itu oleh raja-raja dipakai dalam upacara pesta keagamaan, upacara adat dan waktu bersukaria. Fungsi gamelan Degung sebagai iringan tarian, upacara adat, upacara
perkawinan, serta hiburan.
Permainan gamelan Degung lebih mementingkan vocal. Hal ini lebih terlihat pada permainan kliningan. Penyanyi penyanyi disebut sebagai pesinden. Alat musik yang digunakan dalam gamelan Degung antara lain:
(1) Bonang degung,
(2) Rincik atau cempres (saron),
(3) Jegglong (gender),
(4) Gong,
(5) Gendang indung dan kalunter,
(6) Suling degung,
(7) Kecapi.
Lagu-lagu yang sering dimainkan antara lain : manuk dadali, bubuy bulan, tokecang, pileuleuyan

d. Musik Angklung
Musik angklung, ialah musik tradisional berasal dari Jawa Barat yang seluruh instrumennya terbuat dari bamboo. Musik tersebut telah dikenal orang di daerah sunda sejak abad ke-XVI, berfungsi sebagai :alat tradisional ronda malam, memeriahkan pesta panen padi dan pesta perkawinan.
Adapun nada yang dipakai pada waktu itu ialah nada pentatonic, kemudian pada tahun 1928 oleh Pak Daeng Sutigna dari Bandung dirubah menjadi diatonic. Sejak itulah angklung mulai berkembang di seluruh Nusantara.
Adapun instrumen musik angklung, terdiri dari:
(1) angklung melodi,
(2) angklung pengiring,
(3) angklung bas, dan
(4) angklung cantra bus.
Lagu-lagu yang sering dimainkan antara lain : manuk dadali, es lilin, sorban palid, pileuleuyan dll.

e. Musik Calung
Calung adalah sejenis alat musik pukul dari bambu bulat yang bentuknya mirip tangga dari dua utas tali dengan anakanak tangga yang terbuat dari tabung-tabung bambu. Di Jawa Barat alat ini berfungsi di samping sebagai alat tradisional ronda malam, juga dipakai untuk acara pesta panen atau pun pesta perkawinan.
Bentuk calung hampir mirip dengan angklung. Bedanya calung dibunyikan dengan cara dipukul sedang angklung dimainkan dengan cara digoyangkan. Ada dua bentuk instrumen calung yakni:
(1) calung rantay, jumlah wilahan ada 7 ruas bambu atau lebih. Cara memainkan sambil duduk bersilah/duduk;
(2) calung jingjing, dimainkan oleh 4 atau 5 orang terdiri dari : calung kingking 12 tabung, calung penepas 2 tabung, calung jongjrong 2 tabung, calung gonggong 2 tabung;
(3) Lagu-lagu yang dimainkan adalah cingcangkeling, tokecang, pileuleuyan dll.

f. Musik Kolintang
Musik kolintang ialah musik tradisional yang berasal dari daerah Minahasa (Sulawesi Utara) dengan instrumen-instrumen seluruhnya terbuat dari kayu yang dibunyikan dengan cara dipukul. Kalau dibandingkan musik kolintang dengan musikgamelan, maka kedua-duanya mempunyai persamaan yaitu setiap instrumennya terdiri dari bilahan yang dibunyikan dengan cara diketuk.
Sedangkan perbedaannya ialah musik gamelan, masing-masing wilahan terbuat dari logam, dimainkan dengan duduk. Sebaliknya pada musik kolintang dibuat dari kayu tangga nada yang digunakan diatonic.
Satu grup kolintang terdiri dari 7-9 orang dengan namanama instrumennya adalah; (1) melodi 1, (2) melodi 2, (3) alto 1,
(4) alto 2, (5) tenor 1, (6) tenor 2, (7) contra bas, (8) bas.
Lagulaguyang dimainkan antara lain oinani keke, sipatokaan, tohannusang kara

g. Musik Tarling
Tarling ialah kesenian yang berasal dari daerah Cirebon, dengan perpaduan pokok gitar dan suling. tarling biasa disebut juga melodi kota udang.            Sejak zaman prabu Siliwangi (Jawa Barat), telah dikenal suatu aransemen lagu seperti kiser, dermayan renggong, cirebonan dan lain-lain yang diiringi gamelan dari bambu yang dibelah (model gambang). Kemudian meningkat kepada kecapi dan akhirnya kepada gamelan yang dibuat dari besi atau perunggu.
Pada masa penjajahan Belanda, setelah mereka mengenal gitar yang di bawa oleh kaum penjajah, kebetulan gitar dapat disesuaikan dengan kecapi, maka  terdapatlah perpaduan gamelan dengan gitar. Bentuk lagu masih merupakan seloka Jawa Sunda (seloka cirebonan) setelah zaman merdeka alat-alat pengiring lagu cirebonan dikombinasikan dengan suling.
Adapun jenis instrumen musiknya terdiri dari: (1) Gitar/Kecapi, (2) Suling, (3) Gambang bamboo, (4) Gamelan tidak lengkap, dimana Lagu-lagu yang
dinyanyikan adalah seperti warung pojok, warung doyong, dan
(5) Musik Gambang Keromong. Gambang Keromong, ialah jenis orkes yang merupakan perpaduan musik gamelan dan musik barat, dengan mempergunakan tangga nada pentatonis tionghoa. Gambang adalah musik kelompok gamelan yang wilah-wilahannya terbuat dari kayu, dan keromong adalah sejenis boning.
Musik gambang keromong adalah kesenian khas penduduk asli Jakarta. Pada mulanya gambang keromong dimainkan oleh orang Betawi dan orang-orang peranakan Tionghoa dalam bentuk sederhana sekali. Dari hari ke hari perkembangan gambang keromong semakin pesat. Adapun alat-alat musik yang dipakai adalah sebagai berikut : (1) Dari alat musik gamelan dipakai, satu unit gong, rebab, gendang, seruling, boning; (2) Dari alat musik barat dipakai saxophone, terompet, terombone, piccolo, gitar dan biola. Lagu-lagu yang
terkenal dalam musik gambang keromong adalah : ondel-ondel, jali-jali, kicir-kicir.

h. Musik Melayu
Musik Melayu adalah musik tradisional daerah Sumatra Barat pengaruh dari Malaysia dengan ciri khas alat musik akordeon dan rebana. Musik Melayu dapat dibedakan menjadi dua yaitu : (1) Melayu klasik, musik Melayu yang berfungsi hanya untuk nyanyian (mengiringi lagu-lagu), dan (2) Melayu joget yaitu musik Melayu yang fungsinya dipergunakan untuk mengiringi tarian.
Pada mulanya pengertian melayu dimaksudkan melulu untuk nyanyian dengan iringan yang berhubungan dengan semenanjung Malaka atau Malaya. Alat musik yang dipergunakan antara lain : Akordeon, Biola, Gitar, Flute, Rebana. Lagu-lagu yang dimainkan antara lain Tanjung katung, ayam den lape, kambanglah bungo dan lain-lain.